Senin, 09 Juni 2014

PROTEIN



PROTEIN

           Protein adalah senyawa organik kompleks dengan berat molekul tinggi, protein merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Protein mengandung molekul karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein merupakan salah satu biomolekul terpenting yang ditemui di seluruh bentuk kehidupan di muka bumi, bahkan pada virus. 
            Protein berperan dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Protein dalam bentuk enzim beperan sebagai katalis dalam bermacam-macam proses biokimia. Peran sentralnya sebagai membran, transporter, pembentuk organel sel, hingga enzim-enzim regulator metabolisme membuat studi terhadap protein terus dikembangkan dan tidak pernah ada habisnya. Salah satu studi mengenai protein yang paling dicermati saat ini adalah mengenai bentuk dan struktur protein. Untuk pembahasan protein kita kaji terlebih dahulu monomer penyusun protein yaitu asam amino. 
            Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksilat (COOH) dan amina (NH2) yang terikat pada satu atom karbon (Cɲ) yang sama, atom ini juga umumnya merupakan C asimetris. Secara rinci struktur asam amino dibangun oleh sebuah atom C yang mengikat empat gugus yaitu; gugus amina (NH2), gugus karboksilat (COOH), atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa R. Gugus ini yang membedakan satu asam amino dengan asam amino lainnya.

         Gugus karboksilat menyebabkan asam amino bersifat asam,sedangkan gugus amina bersifat basa. Dalam larutan, asam amino bersifat amfoter, sebagai asam pada media basa dan menjadi basa pada suasana asam. Hal ini dikarenakan protonasi, gugus amina menjadi –[NH3+] dan gugus karboksilat menjadi ion –[COO-], sehingga asam amino memiliki dua muatan dan disebut dengan zwitter-ion
Penggolongan Asam amino didasari pada sifat dan struktur gugus sisa (R) yang bersifat asam, basa, dan yang mengandung belerang atau hidroksil, R sebagai senyawa aromatik, alifatik dan yang siklik. Namun penggolongan yang umum dipergunakan adalah sifat polaritas dari gugus R.
1. Asam amino dengan R yang bersifat non polar. senyawa hidrokarbon, dengan karakteristik hidrofobik.
2. Asam amino dengan R polar tapi tidak bermuatan, asam amino ini bersifat polar, dan hidrofilik atau lebih mudah larut dalam air dibandingkan dengan asam amino jenis pertama.
3. Asam amino dengan gugus R yang bermuatan negatif, kelompok ini hanya terdiri dari dua asam amino yang memiliki gugus bermuatan total negatif, yaitu asam aspartat dan asam glutamat.
4. Asam amino dengan gugus R bermuatan positif


Salah satu peran protein dalam darah adalah merangsang pertumbuhan pembuluh darah. Selain itu protein berfungsi sebagai daya tahan dan penggandaan sel pembuluh darah.
 

PERMASALAHAN:

Berdasarkan uraian di atas bahwa Salah satu peran protein dalam darah adalah merangsang pertumbuhan pembuluh darah. Selain itu protein berfungsi sebagai daya tahan dan penggandaan sel pembuluh darah. Tetapi, ternyata protein juga dapat mendukung pertumbuhan tumor. Bagaimana hal ini dapat terjadi?

2 komentar:

  1. Baik saya akan mecoba menjawab permasalahan di atas:
    Pada umumnya, sel kanker membentuk sebuah tumor, kecuali pada leukemia. Sebelum tahun 1960, peneliti kanker berpendapat bahwa asupan nutrisi yang mencapai tumor terjadi oleh karena adanya jaringan pembuluh darah yang telah ada, namun penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa lintasan angiogenesis diperlukan bagi tumor untuk berkembang dan menyebar. Tanpa lintasan angiogenesis, sebuah tumor hanya akan berkembang hingga memiliki diameter sekitar 1-2 mm, dan setelah itu perkembangan tumor akan terhenti. Sebaliknya, dengan angiogenesis, sebuah tumor akan berkembang hingga melampaui ukuran diameter 2 milimeter. Oleh karena itu, sel tumor memiliki kemampuan untuk mensekresi protein yang dapat mengaktivasi lintasan angiogenesis. Dari berbagai protein yang dapat mengaktivasi lintasan angiogenesis seperti acidic fibroblast growth factor, angiogenin, epidermal growth factor, G-CSF, HGF, interleukin-8, placental growth factor, platelet-derived endothelial growth factor, scatter factor, transforming growth factor-alpha, TNF-α, dan molekul kecil seperti adenosina, 1-butyryl glycerol, nikotinamida, prostaglandin E1 dan E2; para ilmuwan telah mengidentifikasi dua protein yang sangat penting bagi pertumbuhan tumor yaitu vascular endothelial growth factor (VEGF) dan basic fibroblast growth factor (bFGF). Kedua protein ini disekresi oleh berbagai jenis sel kanker dan beberapa jenis sel normal.
    Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) adalah protein yang membantu proses angiogenesis. Angiogenesis adalah sebuah proses pembentukan pembuluh darah baru.
    Tetapi ternyata VEGF juga meiliki peran penting dalam berbagai penyakit. "Secara khusus VEGF yang berlebihan ditemukan dalam berbagai kanker dalam tubuh manusia, ia berperan mendukung pertumbuhan tumor dengan berbagai cara,
    Pembuluh darah yang normal seharusnya seperti jalan tol, tetapi pada sel kanker pembuluhnya bisa jadi seperti hutan belantara, berantakan. Melalui pembuluh darah yang tidak beraturan dan berkembang dengan cepat inilah penyebaran kanker terjadi.
    Dalam hal ini peran VEGF sangat tidak diinginkan. Ia dapat merangsang angiogenesis baru pada tumor serta menghambat respon kekebalan normal terhadap tumor.

    BalasHapus
  2. Baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan di atas..
    VEGF adalah protein yang membantu proses angiogenesis. Angiogenesis adalah sebuah proses pembentukan pembuluh darah baru. Secara khusus VEGF yang berlebihan ditemukan dalam berbagai kanker dalam tubuh manusia, ia berperan mendukung pertumbuhan tumor dengan berbagai cara.

    BalasHapus