Jumat, 11 Juli 2014

UJIAN AKHIR SEMESTER KIMIA ORGANIK 2

NAMA    :   NURUL HIKMAH
NIM        :   A1C112008
PRODI    :   PENDIDIKAN KIMIA REGULER 2012


PERTANYAAN :
1.     Jelaskan kemungkinan terbentuknya ikatan rangkap tiga pada minyak yang memiliki asam lemak tak jenuh!
      Jawab:
  Ikatan rangkap 3 pada lemak tak jenuh akan terjadi, bila lemak tak jenuh mengalami reaksi halogenasi dan reaksi dehidrogenasi. Halogenasi adalah pemasukan halogen ke dalam senyawa organik, baik secara penambahan (adisi) maupun secara penggantian (substitusi). Halogenasi merupakan reaksi yang terjadi antara ikatan karbon-karbon rangkap (C=C) pada senyawa-senyawa alkena seperti etena dengan unsur-unsur halogen seperti klorin, bromin dan iodin. Reaksi halogenasi adaalah reaksi yang terjadi pengikatan satu atau lebih atom halogen (F, Cl. Br, I) pada senyawa organik.

      Contoh reaksi halogenasi:

      Reaksi benzena dengan Brom dan benzena dengan clor
       


Sedangkan tahap kedua adalah Dehidrogenesis. Reaksi dehidrogenesis adalah reaksi balik atau pelepasan hidrogen dari sebuah molekul. Dari kedua reaksi ini kita dapat membentuk ikatan rangkap 2 pada lemak tak jenuh menjadi rangkap 3. propena direaksikan dengan brom, membentuk 1,2-dibromo propana.
CH2=CH-CH3 + Br2 → CH2Br-CHBr-CH3
       Tahapan tersebut,tentu pertama kalinya dengan mengubah ikatan rangkap dua menjadi ikatan tunggal.Nah,selanjutnya setelah terbentuk ikatan tunggal,dapat dilakukan reaksi selanjutnya yaitu pengubahan ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap 3 dengan proses dehidrogenasi tentunya menggunakan basa kuat seperti KOH. Reaksinya yaitu:
H2C─CH2  + 2KOH → HC≡CH + 2KCl + 2H2O
       
                Cl   Cl
Jadi, lemak tak jenuh berkemungkinan membentuk ikatan rangkap 3 bila lemak tak jenuh tadi mengalami reaksi Halogenasi dan kemudian mengalami reaksi Dehidrogenasi.

2.     Jelaskan bagaimana proses pencucian/penyabunan menggunakan pelarut organik bebas air!
      Jawaban:
Penyabunan adalah proses hidrolisis lemak dengan alkali yang mengakibatkan putusnya ikatan ester dan menghasilkan gliserol dan garam alkali asam lemak. Asam lemak ini dapat berupa asam lemak jenuh seperti asam butirat, asam palmitat, dan lain-lain, asam lemak tak jenuh seperti asam oleat, asam linoleat, dan lain-lain, ataupun gabungan keduanya. Molekul-molekul sabun terdiri dari rantai seperti hidrokarbon panjang dengan satu gugus yang sangat polar pada satu ujungnya. Rantai karbon ini bersifat lipofilik dan ujungnya yang polar bersifat hidrofilik.

Molekul sabun terdiri atas dua bagian yaitu bagian yang bersifat hidrofilik dan yang bersifat hidrofobik. Bagian hidrofilik adalah bagian yang menyukai air atau bersifat polar. Adapun bagian hidrofobik adalah bagian yang tidak suka air atau bersifat nonpolar.  Kotoran yang bersifat polar biasanya larut dalam air, sehingga kotoran jenis ini tidak perlu dibersihkan dengan menggunakan sabun. Kotoran yang bersifat nonpolar, seperti minyak atau lemak tidak akan hilang jika hanya dibersihkan menggunakan air. Saat  sabun bercampur dengan air, rantai asam lemak ini akan mengikat kotoran, terutama yang berminyak dan berlemak. Kemudian, ion yang terdapat pada ujung rantai asam lemak tadi akan bertugas untuk membawa ikatan asam lemak dan kotoran ini ke dalam air.  Akhirnya, kotoran pun bisa diangkat dan dibawa pergi bersama dengan air. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh air biasa karena air tidak dapat bercampur dengan minyak, sehingga kotoran tidak akan begitu saja terangkat oleh air.

Jika air sebagai pelarut pada penyabunan ini digantikan dengan pelarut organik bebas air, maka perlu ditinjau sifatnya yang mirip dengan air. Air merupakan pelarut universal yang memiliki sifat polar lebih tepatnya pelarut protik polar, yaitu pelarut polar yang menunjukkan atom hidrogen yang menyerang atom elektronegatif  dalam hal ini adalah oksigen.
Pelarut organik yang bisa menggantikan air ini adalah asam asetat glasial. Asam asetat cair adalah pelarut protik hidrofilik (polar), mirip seperti air. Asam asetat memiliki konstanta dielektrik yang sedang yaitu 6,2 sehingga ia bisa digunakan sebagai pelarut.

3.   Bagaimana cara kerja indra pengecap sehingga dapat menimbulkan cita rasa manis contohnya  pada fruktosa?
      Jawab:
Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah merupakan massa jaringan pengikat dsan otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa
Membran mukosa melekat erat pada otot karena jaringan penyambung lamina propia menembus ke dalam ruang-ruang antar berkas-berkas otot.
Pada bagian bawah lidah membran mukosanya halus. Lidah juga merupakan suatu rawan (cartilago) yang akarnya tertanam pada bagian posterior rongga mulut (cavum oris) dekat dengan katup epiglotis yang menuju ke laryng. Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat kemoreseptor (bagian yang berfungsi untuk menangkap rangsangan kimia yang larut pada air) untuk merasakan respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda.

Ada lebih dari 10.000 tunas pengecap pada lidah manusia, sel-sel ini tumbuh seminggu setelah itu digantikan oleh sel-sel yang baru. Sel-sel reseptor (tunas pengecap) terdapat pada tonjolan-tonjolan kecil pada permukaan lidah (papila). Sel-sel inilah yang bisa membedakan rasa manis asam, pahit dan asin. Sebagian besar, lidah tersusun atas otot rangka yang terlekat pada tulang hyoideus, tulang rahang bawah dan processus styloideus di tulang pelipis. Terdapat dua jenis otot pada lidah yaitu otot ekstrinsik dan intrinsik. Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut papila.

Fruktosa, dinamakan juga levulosa atau gula buah, adalah gula paling manis. Fruktosa mempunyai rumus kimia yang sama dengan glukosa, C6H1206, namun strukturnya berbeda. Susunan atom dalam fruktosa merangsang jonjot kecapan pada lidah sehingga menimbulkan rasa manis. Gula ini terutama terdapat dalam madu bersama glukosa, dalam buah, nektan bunga, dan juga di dalam sayur. Sepertiga dan gula madu terdini atas fruktosa. Fruktosa dapat diolah dan pati dan digunakan secara komersial sebagai pemanis. Minuman ringan banyak menggunakan sirup jagung-tinggi-fruktosa sebagai bahan pemanis. Di dalam tubuh, fruktosa merupakan hasil pencernaan sakarosa.

4.      Jelaskan hubungan hormone oksitosin dengan signal gelombang α dan θ yang dikeluarkan otak!
      Jawab:
Hormon persalinan yang  paling terkenal adalah oksitosin, sang hormon cinta, yang disekresikan selama aktivitas seksual, orgasme pria dan wanita, kelahiran, dan menyusui. Oksitosin menimbulkan perasaan cinta. Seperti yang dikatakan oleh Michael Odent, “Apapun bentuk cinta itu, oksitosin pasti terlibat mempengaruhinya.” Oksitosin diproduksi di hipotalamus, jauh di dalam otak kita, dan disimpan di hipofisis posterior, sang kelenjar utama, dan akan disekresikan secara pulsatil. Oksitosin merupakan hormon penting dalam reproduksi dan memediasi  refleks ejeks, yaitu:  refleks ejakulasi sperma saat orgasme  (dan refleks masuknya sperma ke dalam rahim saat  wanita mengalami orgasme), refleks ejeksi janin saat lahir ( Odent mengistilahkan ini sebagai  kontraksi kuat pada akhir kontraksi yang melahirkan bayi dengan cepat dan mudah), dan saat  postpartum, yaitu refleks pelepasan plasenta dari rahim  dan keluarnya air susu ibu, atau let-down reflex dalam menyusui.

Oksitosin disekresi dalam jumlah besar saat hamil, berfungsi untuk meningkatkan penyerapan nutrisi, mengurangi stres, dan menghemat energi dengan membuat ibu hamil lebih mudah  mengantuk.  Oksitosin juga menyebabkan rahim berkontraksi berirama. Kadar hormon oksitosin mencapai puncaknya saat persalinan dengan adanya stimulasi dari reseptor vagina akibat adanya peregangan saat bayi melewati vagina. Setelah plasenta dilahirkan, kadar hormon ini menurun secara bertahap.

Bayi juga mengalami peningkatan produksi oksitosin selama proses persalinan. Jadi, dalam menit pertama setelah persalinan, ibu dan bayi  bermandikan  hormon cinta. Produksi oksitosin kemudian dilanjutkan produksinya melalui kontak  kulit ke kulit dan kontak mata dengan mata, serta saat bayi pertama kali menyusu. Oksitosin akan mencegah terjadinya perdarahan pasca melahirkan dengan dengan memastikan kontraksi rahim yang baik..
        Saat proses menyusui, oksitosin memediasi let-down reflex dan dilepaskan secara bergelombang. Selama masa menyusui, oksitosin terus bertindak untuk menjaga ibu tetap santai dan bergizi baik. Profesor Kerstin Uvnas Moberg, seorang pakar oksitosin dan peneliti  menyebutnya sebagai “… sistem anti-stres yang sangat efisien, yang mencegah banyak penyakit di kemudian hari.” Dalam studinya, para ibu yang menyusui selama lebih dari tujuh minggu itu lebih tenang, ketika mereka bayi yang berusia enam bulan, dibandingkan ibu yang tidak menyusui bayinya.
      ALPHA
            Alpha adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksaksi atau mulai istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Anda menghasilkan gelombang alpha setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadar dan tidak sadar. Dan saat otak pada frekuensi Alpha maka otak akan mudah mengingat dan memasukkan memori terbaiknya.
      Fenomena alpha banyak dimanfaatkan oleh para pakar hypnosis untuk mulai memberikan sugesti kepada pasiennya. Orang yang memulai meditasi (meditasi ringan) juga menghasilkan gelombang alpha. Frekwensi alpha 8 -12 hz , merupakan frekwensi pengendali, penghubung pikiran sadar dan bawah sadar, pengingat semua memori otak kita. Anda bisa mengingat mimpi Anda, karena Anda memiliki gelombang alpha. Kabur atau jelas sebuah mimpi yang bisa Anda ingat, tergantung kualitas dan kuantitas gelombang alpha yang dikeluarkan oleh otak Anda pada saat Anda bermimpi.
      THETA
Theta adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami tidur ringan, atau sangat mengantuk, bagi orang yang mengalami stress maka otak akan kesulitan mengeluarkan gelombang Theta. Ketika seseorang mampu mengeluarkan gelombang Theta secara baik, maka orang tersebut akan terhindar dari masalah-masalah stress otak, kegelisahan, otak lebih kreatif, imajinatif, mudah belajar. Tanda bahwa gelombang Theta dikeluarkan otak adalah napas mulai melambat dan dalam. Selain orang yang sedang diambang tidur, beberapa orang juga menghasilkan gelombang otak ini saat trance, hypnosis, meditasi dalam, berdoa, menjalani ritual agama dengan khusyuk. Orang yang mampu mengalirkan energi chi, prana atau tenaga dalam, juga menghasilkan gelombang otak theta pada saat mereka latihan atau menyalurkan energinya kepada orang lain.
Bayi dan balita rata-rata tidur lebih dari 12 jam dalam sehari. Itulah mengapa otak anak-anak selalu dalam fase gelombang alpha dan theta. Perlu diingat, gelombang alpha dan theta adalah gelombang pikiran bawah sadar. Oleh sebab itu, anak-anak cepat sekali dalam belajar dan mudah menerima perkataan dari orang lain apa adanya. Gelombang otak ini juga menyebabkan daya imajinasi anak-anak luar biasa.
Hormon oksitosin juga sangat penting dalam persalinan serta untuk menghindari pendarahan berlebih. Seperti yang dikatakan bahwa hormone oksitosin ini disekresikan lebih banyak pada malam hari. Dimana ini merupakan waktu gelombang alfha dan tetha. Oleh karena itu biasanya dokter akan membantu ibu yang hendak melahirkan untuk rileks, mencoba memasuki gelombang alfha dan tetha sehingga ibu merasa nyaman dan tidak cemas. Sehingga hormone oksitosin dapat diproduksi dengan baik dan mempercepat proses kelahiran tanpa gangguan.

5.      Jelaskan bagaimana sifat basa dapat dihasilkan oleh gugus OH- pada sakarida!
      Jawaban:
      Sifat basa yang dihasilkan gugus OH pada sakrida berkaitan dengan konsep asam basa yang dikemukan oleh bronsted-Lowry.Basa menurut teori ini adalah senyawa yang menerima proton/akseptor proton. Salah satu contoh disakarida adalah sukrosa yang terdiri dari glukosa dan fruktosa.Dalam srukturnya glukosa memiliki sifat asam karena kemampuannya untuk melepaskan proton (H+) pada C pertama. Sementara fruktosa pada strukturnya memiliki sifat menarik proton (H+)

Berdasarkan konsep asam dan basa dari bronsted-Lowry sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa basa itu sendiri adalah senyawa yang menerima proton/akseptor proton (H+) atau dengan kata lain basa adalah senyawa yang dapat menarik proton kearahnya.Fruktosa ternyata memliki gugus OH yang dapat menarik H+,sehingga gugus OH ini memilki sifat sebagai basa.Namun tidak semua gugus OH pada fruktosa bersifat basa.C1 pada fruktosa bersifat basa karena dia mampu menarik H+ dari glukosa untuk kemudian membentuk H2O.